Wahai malam
Kenapa nyeri?
Goresan-goresan
Kemarin
Sisakan darah
Pun luka
Dan,
Dia terus menari
Tancapkan jemari tepat
Di jantung hati
Wahai dingin
Kenapa selalu ingin?
Desah nafasnya
Serak...
Beraroma
Cumbu rayu
Mendekapku...
Akh...
Dia terus meggoda
Sementara darah
Mendidih di dada
Wahai malam
Kenapa perih?
Lepasakan aku
Dari belenggumu
Balikpapan, Februari'08
Welcome to My Cyber World
Ruang semakin sempit, waktu semakin terbatas. Namun di ruang Diekdoc ini tak terbatas oleh tempat. Di sini adalah ruang berpikir. Nikmati setiap kata, kalimat dan gambar yang tak amat bagus ini.....
Kamis, 20 Maret 2008
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)

0 komentar:
Poskan Komentar